________________________________
(www.Al-Atsariyyah.com/jika-bacaan-imam-terlalu-cepat.html)
أهل السنة والجماعة
إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى
"Sesungguhnya amalan-amalan itu dengan niat-niat, dan seseorang hanyalah mendapatkan yang dia niatkan."
إن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله وإذا فسدت فسد الجسد كله ألا وهي القلب
"Sesungguhnya dalam tubuh ini ada segumpal daging. Jika baik, maka baiklah seluruh tubuh. Dan jika rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, dia adalah hati."
أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
"Ketahuilah, dengan mengingat Allâh, hati-hati menjadi tenang."
مثل الذي يذكر ربه والذي لا يذكر ربه مثل الحي والميت
"Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dengan orang yang tidak berdzikir kepada Rabbnya, seperti orang yang hidup dan yang mati."
Akhirnya, aku nasihatkan kepada saudaraku para penuntut ilmu, untuk berusaha sungguh-sungguh memperbaiki hati mereka dengan segala hal yang bisa mendekatkan mereka kepada Allâh dan menjauhkan dari apa yang Allâh –Subhânahu wa Ta'âlâ– haramkan.
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
"Sesungguhnya semua amalan itu terjadi dengan niat, dan setiap orang mendapatkan apa yang dia niatkan." [HR. al-Bukhârî (no. 1) & Muslim (no. 1907), dari Umar bin al-Khath'thâb]
إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
"Sesungguhnya Allâh tidak melihat bentuk kamu dan harta kamu, tetapi Dia melihat hati kamu dan amal kamu." [HR. Muslim (no. 2564)]
"Padahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya menyembah Allâh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalât dan meunaikan zakât, dan yang demikian itulah agama yang lurus." [QS. 98: 5]
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً فَإِنْ هُوَ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ وَمَنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً فَإِنْ هُوَ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً
"Sesungguhnya Allâh menulis semua kebaikan dan keburukan. Barangsiapa berkeinginan berbuat kebaikan, lalu dia tidak melakukannya, Allâh menulis di sisi-Nya pahala satu kebaikan sempurna untuknya. Jika dia berkeinginan berbuat kebaikan, lalu dia melakukannya, Allâh menulis pahala sepuluh kebaikan sampai 700 kali, sampai berkali lipat banyaknya. Barangsiapa berkeinginan berbuat keburukan, lalu dia tidak melakukannya, Allâh menulis di sisi-Nya pahala satu kebaikan sempurna untuknya. Jika dia berkeinginan berbuat keburukan, lalu dia melakukannya, Allâh menulis satu keburukan saja." [HR. al-Bukhârî (no. 6491) & Muslim (no. 131)]
إِذَا الْتَقَى الْمُسْلِمَانِ بِسَيْفَيْهِمَا فَالْقَاتِلُ وَالْمَقْتُولُ فِي النَّارِ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا الْقَاتِلُ فَمَا بَالُ الْمَقْتُولِ قَالَ إِنَّهُ كَانَ حَرِيصًا عَلَى قَتْلِ صَاحِبِهِ
"Jika dua orang Muslim bertemu dengan pedang masing-masing (berkelahi; berperang), maka pembunuh dan orang yang terbunuh di dalam neraka." Aku (Abû Bakrah) bertanya, "Wahai Rasûlullâh, si pembunuh (kami memahami –pent), namun bagaimana dengan orang yang terbunuh?" Beliau menjawab, "Sesungguhnya dia juga sangat ingin membunuh kawannya itu." [HR. al-Bukhârî (no. 31, 7083) & Muslim (no. 2888), dari Abû Bakrah]
أَيُّمَا رَجُلٍ يَدِينُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لَا يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِيَ اللَّهَ سَارِقًا
"Siapa saja berhutang dengan niat tidak akan membayar hutang kepada pemiliknya, dia akan bertemu Allâh sebagai pencuri." [HR. Ibnu Majah (no. 2410). Syaikh al-Albânî berkata, "Hasan shahîh."]
Kesimpulannya, hendaklah kita selalu memiliki niat yang baik, ikhlas di dalam seluruh amalan, lahir dan batin, demikian juga amalan itu harus berdasarkan tuntunan Nabî Muhammad –shallallâhu 'alaihi wa sallam–. Al-Hamdu lillâhi Rabbil'âlamîn.
وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَةَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا
"Dan, seandainya kalian menghitung nikmat Allâh, kalian tidak akan (mampu) menghitungnya." [An-Nahl: 18]
فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ
"Maka, bertakwalah kalian kepada Allâh menurut kemampuan kalian." [At-Taghâbun: 16]
وَاذْكُرُواْ نِعْمَتَ اللّهِ عَلَيْكُمْ وَمَا أَنزَلَ عَلَيْكُمْ مِّنَ الْكِتَابِ وَالْحِكْمَةِ يَعِظُكُم بِهِ
"Dan, ingatlah nikmat Allâh padamu, dan apa yang telah diturunkan Allâh kepadamu, yaitu al-Kitâb dan al-Hikmah (as-Sunnah). Allâh memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu." [Al-Baqarah: 231]
"Sesungguhnya ada tiga orang dari kalangan Banî Isrâîl, orang yang punya penyakit kusta, orang yang botak dan orang yang buta.." [Diriwayatkan oleh al-Bukhârî (3277) danMuslim (2946)]
وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ اللهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ
"Dan, jika kamu menghitung-hitung nikmat Allâh, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allâh benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [QS. 16: 18]
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ آمِنًا فِي سِرْبِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
"Barangsiapa di antara kamu masuk pada waktu pagi dalam keadaan sehat badannya, aman pada keluarganya, dia memiliki makanan pokoknya pada hari itu, maka seolah-olah seluruh dunia dikumpulkan untuknya." [HR. Ibnu Mâjah (no. 4141) dan lain-lain. Di-hasan-kan oleh Syaikh al-Albânî di dalam Shahîh al-Jâmi'ush Shaghîr (no. 5918)]
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ خ
Dari Ibnu Abbâs, dia berkata: Nabî –shallallâhu 'alaihi wa sallam– bersabda, "Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya: kesehatan dan waktu luang." [HR. al-Bukhârî (no. 5933)]
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
"Hai orang-orang yang berîmân, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?" [QS. 61: 10] dan ayat-ayat berikutnya.
وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ
"Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih (bersyukur)." [QS. 34: 13]
Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan, jika kamu berîmân dan bertakwa (kepada Allâh), Allâh akan memberikan pahala kepadamu, dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. [QS. Muhammad (47): 36]
Supaya Dia memasukkan orang-orang Mukmin laki-laki dan (Mukmin) perempuan ke dalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Dan, supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka. Dan, yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allâh. [QS. al-Fath (48): 5]
Sesungguhnya orang-orang yang berîmân dan mengerjakan amal-amal saleh, dan merendahkan diri kepada Rabb mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni Surga. Mereka kekal di dalamnya. [QS. Hûd (11): 23]
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam Surga dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). [QS. al-Hijr (15): 45]
Perumpamaan Surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman), mengalir sungai-sungai di dalamnya, buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka. [QS. ar-Ra'd (13): 35]
Sesungguhnya penghuni Surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). [QS. Yâsîn (36): 55]
Di Surga itu, mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta. [QS. Yâsîn (36): 57]
(Yaitu) Surga Aden yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allâh memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. [QS. an-Nahl (16): 31]
Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka Surga Aden, mengalir sungai-sungai di bawahnya. Di dalam surga itu, mereka dihiasi dengan gelang emas, dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah. [QS. al-Kahfi (18): 31]
……………………………………………………………………
Barangsiapa mencari agama selain Islâm, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. [QS. Âli 'Imrân (3): 85]
_______________________________________________________