Selasa, 22 Juni 2010

Biografi Imam Ibnu Daqiq (625-702 H)

Hits:


ABU AL-FATH MUHAMMAD BIN ALI ASH-SHA'IDI

NAMA DAN NASABNYA
Nama lengkapnya adalah Taqiyuddin Abu al-Fath Muhammad bin Ali bin Wahb bin Muthi' al-Qusyairi al-Manfaluthi ash-Sha'idi al-Maliki asy-Syafi'i. Banyak menulis kitab, dan beliau juga pensyarah al-Arbai'in an-Nawawiyyah.
KELAHIRANNYA
Dilahirkan pada bulan Sya'ban tahun 625 H, dekat Yanbu', Hijaz. Beliau mendengar dari Ibnu al-Muqirah, tetapi beliau ragu mengenai cara pengambilan. Beliau menuturkan dari Ibnu al-Jumaizi, Sabth as-Salafi, al-Hafizh Zakiyuddin dan sejumlah kalangan. Sementara di Damaskus, dari Ibnu Abdidda'im dan Abu al-Baqa' Khalid bin Yusuf.
KARTA TULISNYA
Beliau menulis Syarh al-Umdah, kitab al-Ilmam, mengerjakan al-Imam fi al-Ahkam, yang seandainya selesai tulisannya, niscaya menca-pai 15 jilid, dan mengerjakan kitab mengenai ilmu-ilmu Hadits.
Beliau salah seorang cendekiawan pada masanya, luas ilmunya, banyak kitab-kitabnya, senantiasa berjaga (untuk shalat malam), senantiasa dalam kesibukan, tenang lagi wara'. Jarang sekali mata melihat orang sepertinya.
Beliau memiliki kemampuan yang mumpuni mengenai ushul dan ma'qul, serta ahli mengenai ilat-ilat manqul. Menjabat sebagai qadhi di negeri Mesir beberapa tahun hingga meninggal dunia. Beliau, berkenaan dengan masalah bersuci dan air, sangat ragu-ragu.
Al-Hafizh Quthbuddin mengatakan, “Syaikh Taqiyuddin adalah imam pada masanya, dan termasuk orang yang tinggi dalam ilmu dan kezuhudan dibandingkan sejawatnya. Tahu mengenai dua mazhab, imam mengenai dua prinsip mazhab, hafizh, dan seksama dalam Hadits dan ilmu-ilmunya. Beliau dijadikan perumpamaan mengenai hal itu. Beliau simbol dalam hafalan, keseksamaan dan ketelitian, sangat besar rasa takutnya, senantiasa berdzikir, dan tidak tidur malam, kecuali sedikit. Beliau menghabiskan malamnya di antara menelaah, membaca al-Quran, dzikir dan tahajud, sehingga berjaga menjadi kebiasaannya. Seluruh waktunya diisi dengan suatu yang berguna. Beliau banyak belas kasih kepada orang-orang yang sibuk lagi banyak berbuat kebajikan kepada mereka.
Beliau wafat pada tahun 702 H.
[Disalin dari Biografi Ibnu Daqiq al-Ied dalam Tadzkirah al-Huffazh, adz-Dzahabi]
___________________________________________________________
Sumber:
Disadur dari www.ahlulhadist.wordpress.com, dengan sedikit perbaikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ayat RENUNGKANLAH


Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan, jika kamu berîmân dan bertakwa (kepada Allâh), Allâh akan memberikan pahala kepadamu, dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. [QS. Muhammad (47): 36]

Supaya Dia memasukkan orang-orang Mukmin laki-laki dan (Mukmin) perempuan ke dalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Dan, supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka. Dan, yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allâh. [QS. al-Fath (48): 5]

Sesungguhnya orang-orang yang berîmân dan mengerjakan amal-amal saleh, dan merendahkan diri kepada Rabb mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni Surga. Mereka kekal di dalamnya. [QS. Hûd (11): 23]

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam Surga dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). [QS. al-Hijr (15): 45]

Perumpamaan Surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman), mengalir sungai-sungai di dalamnya, buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka. [QS. ar-Ra'd (13): 35]

Sesungguhnya penghuni Surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). [QS. Yâsîn (36): 55]

Di Surga itu, mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta. [QS. Yâsîn (36): 57]

(Yaitu) Surga Aden yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allâh memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. [QS. an-Nahl (16): 31]

Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka Surga Aden, mengalir sungai-sungai di bawahnya. Di dalam surga itu, mereka dihiasi dengan gelang emas, dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah. [QS. al-Kahfi (18): 31]

……………………………………………………………………

Barangsiapa mencari agama selain Islâm, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. [QS. Âli 'Imrân (3): 85]

_______________________________________________________

أَفَلاَ يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْءَانَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ اللهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلاَفاً كَثِيرًا

Maka, apakah mereka tidak memperhatikan al-Qurân? Kalau sekiranya al-Qurân itu bukan dari sisi Allâh, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. [QS. an-Nisâ: 82]