Rabu, 25 Agustus 2010

Biografi Imam ash-Shan'ani (1059-1182 H)

Hits:


MUHAMMAD BIN ISMA'IL ASH-SHAN'ANI

NAMA DAN NASABNYA
Nama sebenarnya adalah Muhammad bin Ismail bin Shalah Al-Amir Al-Kahlani Ash-Shan'ani. Beliau dilahirkan pada tahun 1059 H di daerah yang bernama Kahlan, dan kemudian beliau pindah bersama ayahnya ke Kota Shan'a, ibukota Yaman.
Beliau menimba ilmu dari ulama yang berada di kota Shan'a, lalu kemudian beliau rihlah (melakukan perjalanan) ke Kota Makkah, dan membaca Hadits dihadapan para ulama besar yang ada di Makkah dan Madinah.
Beliau menguasai berbagai disiplin ilmu, sehingga beliau mengalahkan teman teman seangkatannya. Beliau menampakkan kesungguhannya, berhenti ketika ada dalil, jauh dari taklid dan tidak memperdulikan pendapat-pendapat yang tidak ada dalilnya.
Beliau mendapatkan ujian, dan cobaan yang menimpa semua orang yang mengajak kepada kebenaran dan mendakwahkannya secara terang terangan pada masa masa penuh fitnah dari orang yang sezaman dengan beliau, Allah –Subhanahu wa Ta'ala– tela menjaga beliau dari makar mereka dan melindungi beliau dari kejelekan mereka.
Kahlifah Al-Manshur, yang termasuk penguasa Yaman, mempercayakan kepada beliau untuk memberikan khutbah di Masjid Jami Shan'a. Beliau terus-menerus menyebarkan ilmu dengan mengajar, memberi fatwa dan mengarang. Beliau tidak pernah takut terhadap celaan manusia ketika beliau berada dalam kebenaran, dan beliau tidak memperdulikan dalam menjalankan kebenaran akan ditimpa ujian, sebagaimana telah menimpa orang orang yang mengikhlaskan agama mereka untuk Allah. Beliau lebih mendahulukan kerihaan Allah di atas keridhaan manusia.
Sangat banyak orang orang yang datang menimba ilmu dari beliau, mulai dari orang orang yang datang menimba ilmu dari beliau, mulai dari orang orang yang khusus maupun masyarakat umum, mereka membaca dihadapan beliau berbagai kitab kitab Hadits, dan mereka mengamalkan ijtihad ijtihad beliau serta menampakkannya kepada orang orang.
Beliau memiliki banyak karangan, diantara karangannya adalah:
- Subul As-Salam
- Minhatul Ghaffar
- Syarh At-Tanfih fi Ulum Al-Hadits, dan lain lain.
Beliau memiliki karangan-karangan yang lain, yang ditulis secara terpisah, yang seandainya dikumpulkan, maka akan menjadi berjilid-jilid.
Beliau memiliki syair yang fasih, dan tersusun rapi yang kebanyakan berisi tentang pembahasan-pembahasan ilmiah dan bantahan terhadap orang-orang di zaman beliau. Kesimpulannya, beliau adalah seorang ulama yang melakukan pembaharuan terhadap agama.
Beliau wafat pada hari ketiga bulan Sya'ban tahun 1182 H, pada umur beliau 123 tahun. Semoga Allah merahmati beliau dengan rahmat yang luas. Amin.
[Sumber: Diterjemahkan dari Muqaddimah kitab Subul As-Salam (Disalin dari kitab That-hir Al-I'tiqad 'an Adran As-Syirki wa Al-Ilhad, karya Imam Ash-Shan'ani rahimahullah. Penerjemah: Abu Athiyyah As-Sorawaky. Muraja'ah: Ustadz Abu Abdirrahman Ibn Yunus. Penerbit: Gema Ilmu, 1427 H)]
___________________________________________________________
Sumber:


Disadur dari www.ahlulhadist.wordpress.com, dengan sedikit perbaikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ayat RENUNGKANLAH


Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan, jika kamu berîmân dan bertakwa (kepada Allâh), Allâh akan memberikan pahala kepadamu, dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. [QS. Muhammad (47): 36]

Supaya Dia memasukkan orang-orang Mukmin laki-laki dan (Mukmin) perempuan ke dalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Dan, supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka. Dan, yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allâh. [QS. al-Fath (48): 5]

Sesungguhnya orang-orang yang berîmân dan mengerjakan amal-amal saleh, dan merendahkan diri kepada Rabb mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni Surga. Mereka kekal di dalamnya. [QS. Hûd (11): 23]

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam Surga dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). [QS. al-Hijr (15): 45]

Perumpamaan Surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman), mengalir sungai-sungai di dalamnya, buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka. [QS. ar-Ra'd (13): 35]

Sesungguhnya penghuni Surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). [QS. Yâsîn (36): 55]

Di Surga itu, mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta. [QS. Yâsîn (36): 57]

(Yaitu) Surga Aden yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allâh memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. [QS. an-Nahl (16): 31]

Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka Surga Aden, mengalir sungai-sungai di bawahnya. Di dalam surga itu, mereka dihiasi dengan gelang emas, dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah. [QS. al-Kahfi (18): 31]

……………………………………………………………………

Barangsiapa mencari agama selain Islâm, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. [QS. Âli 'Imrân (3): 85]

_______________________________________________________

أَفَلاَ يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْءَانَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ اللهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلاَفاً كَثِيرًا

Maka, apakah mereka tidak memperhatikan al-Qurân? Kalau sekiranya al-Qurân itu bukan dari sisi Allâh, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. [QS. an-Nisâ: 82]